h1

mpu Gnandring Moring2

Mei 23, 2011

…………………….. namanya juga cerita
mPu Gandring terkulai lemas tak berdaya merasakan keris tak bergagang tertanncap mengenai ulu hatinya bukan berarti ia merelakan dirinya terpedaya oleh kebrangasan ken arok, membiarkan dirinya mati tertikam keris buatanya tewas tersusuk keris tak bergagang sungguh lara yang abadi dalam sejarah,namun keadaan ini adalah pilihan yang harus ia ambil dari pada merasakan nama baiknya tercemar.
Menurutnya, Mati dengan bersimbah darah lebih bergengsi dan lebih tidak underpressure dari pada harus membiatkan dfirinya terkena tekanan yang bukan berasal dari batu meteorit tersebut, yaitu komplain.
Diceritakan dalam serat awang-awang , mPu Gandringmerupakan salah seorang yang sakti mandarguna, ia memiliki kemampuan meramal kejadian yang akan datang tanpa metodologi SWOT maupun tanpa mengutip karya John Neisbit; Megatrend 2000.
Dalam ramalan yang ia sabdakan sendiri, ia telah memperkirakan bahwa keris tersebut akan mengalami masa MEJEN sebelum digunakan Ken Arok untuk menghabisi Tunggul Ametung, meski mejen itu hanya terjadi sehari tepat selama bulan nampak sebesar tampah, atau sebesar Roti Maryam jika terlihat dari mata penyuka kuliner.
Dan ternyata benar, dalam upayanya mencegah hal yang tidak diinginkan di masa depan, di awal pembuatan pusaka itu mPu Gandring melakukan Ngrogoh Sukmo Lompat Sakmongso, atau dalam bahasa kerennya ia menggunakan Teori Fisika Quantum – ia datang ke masa depan. Di masa depan itu sukma mPu Gandring melompat ke masa depan, di sana ia melihat dengan mata kepala sendiri, bahwa keris tersebut mengalami penurunan kadar tuah yang ada di dalam dirinya. hal ini membuat Ken Arok mencak-mencak.
Dalam hati Ken Arok berkata ,”jika dibiarkan demikian tentu keris itu tak akan mempan jika ditabrakan dengan kulit Tunggul Ametung yang ber-tagline dibedil ngguyu ngakak-ngakak ngidek telek jingklak-jingklak”.
Dasar ken arok, pemuda yang dalam sejarah disebutkan pernah menklaim dirinya sebagai titisan Brahma (lucu yyyy) untuk melegitimasi dan menguatkan kedudukannya di istana sekaligus di mata pujaanya Ken Dedes. Kali ini juga terjadi, dia bengak bengok mengetahui keris pesanannya mengalami penyusutan kekuatan, bukannya dilihat aturan pakainya terlebih dahulu. Ia malah langsung mengeluarkan semacam surat protes kepada………..???????
Anehnya ia malah wadul kepada Kbo Ijo, blantik yang mempertemukan dan mengenalkan Ken Arok kepada pusaka keris sekaligus mengantarnya memesan kepada sang mPu Gandring. maklum, sebelumnya senjata andalannya adalah ketapel dengan cegeh pang pohon ribang. Tentu ini membuat hati sang mPu menjadi mosah –masih tidak karuan, bukannya melapor dan berkonsultasi kepada sang pembuat, malah ia laporkan kepada Kbo Ijo yang ga tau apa-apa.
“MAKLUM ANAK MUDA !!!”, begitu catatan dalam pupuh pertama Serat Awang-Awang.
Di akhir serat mPu Gnadring menulis beberapa LoroBronto yang ia rasakan karena sikap Ken Arok, yang intinya sebagai berikut:
– Ia sakit hati karena kapabilitasnya tercemar gara-gara seorang pelanggannya protes ngalor ngidul tanpa membaca aturan pakai terlebih dahulu
– Yang membuat sakit hati lagi adalah ia tidak menerima keluhan itu langsung dari Ken Arok yang mana dalam hal ini ia adalah pelanggan yang merasa belum puas sekaligus belum LUNAS. Tetapi malah mendengannya dari pihak ketiga.
– Ken Arok lupa jika upah pembuatan keris itu masih menyisakan sekarung kinang dan seikat kayu gaharu yang belum terbayar. Padahal untuk upas welingnya mPu Gandring memberikan secara cuma-Cuma
S’nJ
Mangsa bagas anyep
Wismabeka xvii/iv/xi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: