h1

narasi jatuh cinta

Januari 25, 2010

Oh My God,
jka skg adlh hari keju2ran sedunia, ap yg sbenarx yg mw km ktakan pdaq. Katakn agr smw org tw n mumpung mash ad ksempatn

sender:
some1
+628*3635*****
sent:
17-08-09

17:17:17

Membaca sms darinya hatiku berdebar sangat kuat, pastinya tidak kalah dengan perasaan para pemuda Indonesia 64 tahun lalu saat naskah proklamasi itu selesai dibacakan.
Aku bingung, bukan karena aku tidak tahu, tetapi karena aku tahu kalau dia telah tahu apa yang aku mau. Akhh .. tidak, kok GR banget aku ini. Paling2 itu sms dari orang yang di foward ke aku. Biasa, hari gini kan banyak operator ngobral pulsa. Yang juga memotivasi orang-orang seperti aku turut mengobral pulsa, murah memang tapi akumulasi murah itu sebenarnya akan jadi mahal juga.
******
Hari ini kepastian itu aku dapat,seketika juga kota kelahiranku Banyuwangi, sekejap serasa menjadi Medurodam, dunia seakan mengecil, seluruh negeri di dunia ini seperti berada di banyuwangi. Kebetulan hari ini aku akan ke rumahnya, jika sekarang aku berada di Roof city, rasa-rasanya sekarang aku sedang duduk di negeri Sakura memandang indah gunung Fuji yang berdiri kokoh di utara, padahal itu sebenarnya adalah gunung Raung. Awan putih yang berayun di atas ku seperti mengkristal, kemudian butiran-butiran kecilnya terjatuh, hari ini juga kota genteng menjadi Tokyo di musin gugur.
Aku mengambil sepedaku, menaikinya meluncur ke arah barat. Jalanan hotmix sepanjang satu kilometer ini sekarang adalah lintasan balap Tour d’ France, dan aku adalah pemakai jaket kuning di etape sebelumnya. Saat ini juga Tokyo di dalam anganku berubah menjadi pojok di daerah eropa. Aku mengayuh tanpa meraa lelah. Terlebih, dua tower BTS operator selular yang terpancang di seberang jalan tiba-tiba menjelma menjadi menara kebanggaan Paris. Menara Eifel itu sekarang merasuk ke dalam besi dua menara prisma tersebut. Genteng telah berubah menjadi negeri Napoleon Bonaparte, dunia menjadi milikku.
Ngung…. Tit tit…..!!! seketika aku terhenyak, perempatan dengan kendaraan padat telah menanti di depan, balok kecil mengapit kuat velg depan sepedaku, sepeda terhenti. Jalanan di kota Genteng macet, memang hal yang biasa. Yang tidak biasa hari ini aku merasakan suasana ini tak jauh beda dengan keramaian Bombay di saat jam kerja, asap knlapot kendaraan negeri Bollywood itu sekarang mengepul di sini. Entah kebetulan atau disengaja suara khas Sahrukh Khan, aktor film Kuch Kuch Hota Hai itu keluar dari soud system orang yang sedang hajatan. India……, ternyata kau sekarang ada di Asia Tenggara.
Aku tak boleh melamun, waktu tak bisa diulang, sepeda ini semakin kencang, terminal lama Genteng sudah terlewati, perlahan gerak kakiku ku perlambat, rangkaian baja yang terbentang di atas sungai Kali Setail-begitu mereka menyebutnya, itu menjadi lebih panjang beratus kali lipat, bentuk kontruksinya pun sedikit berbeda. Subhanallah…. Ini adalah Golden Bridge, ini bukan Kali Setail, ini adalah California. Banyuwangi ternyata masih muat diisi dengan bebagai macam negara. Pertigaaan yang tidak kalah ramai dengan perempatan Jericho Israel(Jenisari) menunggu di depanku, di sampingnya ada kantor radio terkenal, BBC london, aku pun sekarang satu-satunya orang yang menamakan stasiun radio itu BBC, karena orang sebanyuwangi menyebutnya Radio Suara Tawangalun, aku pun belok kiri, setelah itu ye… yho gak ta’ dudoi…ngko awakmu yho eruhh….
****
Kanal-kanal peninggalan Belanda menyertaiku sepanjang perjalanan, bukan lagi anak-anak kecil yang bermain dengan perahu ban yang tampak hari ini, tetapi Gondola-gondola itu sekarang menyusuri tepian kanal yang berada di sampingku, aku tak menyangka jika kanal ini ternyata terhubung dengan kanal yang berada di Venesia, tak berselang lama Itali kemudian menghilang dari inderaku, debu yang beterbangan terasa lebih panas, lantunan ayat sucu ALQur’an yang terdengar dari majlis khotmil Qur’an terdengar lebih merdu, aku sedikit tak percaya, mulai kapan Abu bakar Asyatiri dan Imam As-Sudais mengadakan khataman Qur’an di perbatasan kecamatan termuda kabupaten ujung timur ini,
Rumahnya semakin dekat, ketika masjid Aya Shofa terlihat, pusat peradaban di pelosok ini berubah-ubah dengan cepat, pemandangan Timur tengah terangkum disini, name-board lembaga itu sekarang berbunyi Alma’hady Al-Nidzomiyah, Irak era pertengahan hadir di sini. Tetangga Negeri 1001 malam juga hadir di sini, ia datang ketika ribuan pelajar itu keluar dari madrasah terbesar di kotaku, hari ini juga, pusat peradaban yang pernah ramai dibicarakan orang lantaran 2000 mahasiswanya turun ke jalanan menuntut pembubaran SAVAK itu pindah ke sini, Qum, Iran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: