h1

mpu Gnandring Moring2

Mei 23, 2011

…………………….. namanya juga cerita
mPu Gandring terkulai lemas tak berdaya merasakan keris tak bergagang tertanncap mengenai ulu hatinya bukan berarti ia merelakan dirinya terpedaya oleh kebrangasan ken arok, membiarkan dirinya mati tertikam keris buatanya tewas tersusuk keris tak bergagang sungguh lara yang abadi dalam sejarah,namun keadaan ini adalah pilihan yang harus ia ambil dari pada merasakan nama baiknya tercemar.
Menurutnya, Mati dengan bersimbah darah lebih bergengsi dan lebih tidak underpressure dari pada harus membiatkan dfirinya terkena tekanan yang bukan berasal dari batu meteorit tersebut, yaitu komplain.
Diceritakan dalam serat awang-awang , mPu Gandringmerupakan salah seorang yang sakti mandarguna, ia memiliki kemampuan meramal kejadian yang akan datang tanpa metodologi SWOT maupun tanpa mengutip karya John Neisbit; Megatrend 2000.
Dalam ramalan yang ia sabdakan sendiri, ia telah memperkirakan bahwa keris tersebut akan mengalami masa MEJEN sebelum digunakan Ken Arok untuk menghabisi Tunggul Ametung, meski mejen itu hanya terjadi sehari tepat selama bulan nampak sebesar tampah, atau sebesar Roti Maryam jika terlihat dari mata penyuka kuliner.
Dan ternyata benar, dalam upayanya mencegah hal yang tidak diinginkan di masa depan, di awal pembuatan pusaka itu mPu Gandring melakukan Ngrogoh Sukmo Lompat Sakmongso, atau dalam bahasa kerennya ia menggunakan Teori Fisika Quantum – ia datang ke masa depan. Di masa depan itu sukma mPu Gandring melompat ke masa depan, di sana ia melihat dengan mata kepala sendiri, bahwa keris tersebut mengalami penurunan kadar tuah yang ada di dalam dirinya. hal ini membuat Ken Arok mencak-mencak.
Dalam hati Ken Arok berkata ,”jika dibiarkan demikian tentu keris itu tak akan mempan jika ditabrakan dengan kulit Tunggul Ametung yang ber-tagline dibedil ngguyu ngakak-ngakak ngidek telek jingklak-jingklak”.
Dasar ken arok, pemuda yang dalam sejarah disebutkan pernah menklaim dirinya sebagai titisan Brahma (lucu yyyy) untuk melegitimasi dan menguatkan kedudukannya di istana sekaligus di mata pujaanya Ken Dedes. Kali ini juga terjadi, dia bengak bengok mengetahui keris pesanannya mengalami penyusutan kekuatan, bukannya dilihat aturan pakainya terlebih dahulu. Ia malah langsung mengeluarkan semacam surat protes kepada………..???????
Anehnya ia malah wadul kepada Kbo Ijo, blantik yang mempertemukan dan mengenalkan Ken Arok kepada pusaka keris sekaligus mengantarnya memesan kepada sang mPu Gandring. maklum, sebelumnya senjata andalannya adalah ketapel dengan cegeh pang pohon ribang. Tentu ini membuat hati sang mPu menjadi mosah –masih tidak karuan, bukannya melapor dan berkonsultasi kepada sang pembuat, malah ia laporkan kepada Kbo Ijo yang ga tau apa-apa.
“MAKLUM ANAK MUDA !!!”, begitu catatan dalam pupuh pertama Serat Awang-Awang.
Di akhir serat mPu Gnadring menulis beberapa LoroBronto yang ia rasakan karena sikap Ken Arok, yang intinya sebagai berikut:
- Ia sakit hati karena kapabilitasnya tercemar gara-gara seorang pelanggannya protes ngalor ngidul tanpa membaca aturan pakai terlebih dahulu
- Yang membuat sakit hati lagi adalah ia tidak menerima keluhan itu langsung dari Ken Arok yang mana dalam hal ini ia adalah pelanggan yang merasa belum puas sekaligus belum LUNAS. Tetapi malah mendengannya dari pihak ketiga.
- Ken Arok lupa jika upah pembuatan keris itu masih menyisakan sekarung kinang dan seikat kayu gaharu yang belum terbayar. Padahal untuk upas welingnya mPu Gandring memberikan secara cuma-Cuma
S’nJ
Mangsa bagas anyep
Wismabeka xvii/iv/xi

h1

Oktober 15, 2010

Entah karena ini bentuk syukur umat manusia setelah sekian lama dalam peradaban kertas yang kemudian memasuki era digital. Mau kirim surat ada email wa akhowatuha, messenger, sms dan macem2 lainnya. Atau sebuah bentuk kerja keras untuk menghabiskan bonus sms dari operator-yang memang seolah2 berderma dengan ngasih sms gratisan. Malam ini hpku menerima sms dari seseorang yang pernah aku tolak cintanya. Tapi ya ga juga lah, wong kejadian penolakan cinta itu terjadi dalam sandiwara liburan semester. Waktu itu pertama kali aku berkesempatan tampil di atas panggung dengan Sandiwara yang berjudul “onde-onde imoet undercover NOT ande2 lumut”. Yang pasti gara-gara kamu gara-gara sms ini aku tak jadi tertidur, itung2 latihan sebagai calon pemimpin bangsa dan negara, aku harus belajar melayani permintaan masyarakat kapan pun datangnya dan dalam bentuk apapun itu wujudnya. Dan akhirnya outbox serta inbox hape ku berisi ginian…………

Received: Ehm…

Sending: Mbek…..

Received: Eee…….. kambingku lapar

Sending: Huz, ini bukan kambingjantan atau kambinghitam, ini BEO tau…~!

Received: Kirain kambing beneran……

Sending: BB EE OO/ bird parkit

Received:
Kok embek2?

Sending: kan lagi latihan vocal, mang kamu siapa masuk ke inbox orang ga permisi

Received: Aku kan gurunya beo

Sending: kalu begitu ajari aku nyanyi dunk Bu guru …

Received: Nyanyi apa ?

Sending: Terserah bu guru, mau jazz, Rock n roll ku siap. Asal jangan keroncong

Received
: Keroncong kok ga mau kenapa ?

Sending:
Warisannya penjajah, heheee

Received: ……. Rapp mau?

Sending: Bisa, mau2

Received: Tapi ini rapp arabic

Sending: Ga apa2 wes

Received: Innalillahiwaionnailaihi rojiun

Sending: LhO !!! Kok gitu??????

Received: Y iylah, judulny kan REST in Peace. Nti kalu sukses nama Albumnya obituary

Sending: Ok, lanjut

Received: Alhamdulillahi qod wafaqo……..

[Alhamdulillahi qod wafaqo adalah syair dalam kitab alfiah ibnu malik, sebuah gramatikal arab yang tersusun seribu bait]

Sending: Hahahahahahaaaaaaaaa….

Received: Kok ketawa?

Sending: Ya bu…. ini yang dibelakang ‘ngilikithik’ dari depan

Received: hmmmm……????

Received: Eh, beo namanu siapa?

Sending: Lupa

Received: Kok lupa?

Sending:
Ya, aku kan amnesia, bu guru juga lupa namaku kan?

Received: Ya, aku kan guru baru, buku daftar nama murid juga tertinggal di salon……

Guru kencing berdiri murid kencing berlari. Guru hobi ke salon maka murid hobi….??

Sending: Not Sent
Sending: Not Sent
Sending: Not Sent

Ternyata amunisi habissssssssss, bersamaan dengan itu malam kian larut, seperti pasukan infanteri saat gerilya, aku pun segera ndekem masuk ke dalam sarung atlas warisan mbah kakung untuk melakukan kamuflase.

Bismika allahumma ahya wa bismika amuut.
Pasrah urip lan patiku kanthi nyebut paduko Gusti kang murbeng dumadi

********

Aku terbangun, ndilalah terlihat oleh mata yang belum digi-rai ini monitor hape sedang mlirik, menandakan waktunya isi ulang energi. Cancuttaliwondo, segera aku lakukan prosesi pengambilan energi Listrik untuk dimasukan ke dalam lumbung energi hape. Hari ini gratisan sms harus aku dapatkan lagi, kirim 2 gratis 100. tapi untuk mengawali langkah mulia itu kepada siapa kau harus kirim sms. Langkah taktis aku ambil.

“Tuhan memberkatimu”

Tak ada salahnya sms doa itu aku kirimkan ke nomorku sendiri. Hehee…….

Satu tantangan telah beres. Kini sms kedua kepada siapa ya…….?

Melalui perwakilan dari segenap kemampuan otak kiri aku berkonsultasi dengan jajaran otak kanan, rembug kecil2an untuk memutuskan kepada siapa sms pambuko ini aku kirim. Pagi yang cerah telah menginspirasiku untuk mengirimknannya kepada “bu guru” yang tadi malam.
Sambil ngetes bahasa inggris dan sekaligus untuk mencoba mengikuti tren mirip @fiksimini yang lagi kondangkaluko di twitter. Aku menulis seperti ini

“her name is Dedes Ayu” I answered.
She looked dislike with my answer. May be jealous.

Yes, 100 sms gratis aku dapat, lumayan untuk mengumumkan jadwal bersih2 kepada tetangga lingkungan RT rumah

*****
Sambil memegang hape kesayanganku, aku memandang ke arah dinding rumah, mengamati dua ekor cicak-cicak di dinding yang diam-diam merayap namun tak ada seekor nyamuk yang datang jadi ya tidak hap-hap lalu ditangkap. Mereka sedang kejar-kejaran. Yang sedang terlintas dalam pikiranku bukan mengenai kenapa mereka saling berkejaran, namun sejak kapan nenek moyang mereka bercokol di rumahku yang sering bocor ini. Juga ketika aku lihat di rumah-rumah gedong mereka selalu ada. Kemungkinan otomatis tetap tidak salah menurutku.

Tiba-tiba bu guru datang lagi dalam pengejawantahannya berupa pesan singkat

Bu guru: Mksud smsmu tadi pgi po se ?
Gk mudeng aq

Aku: Cntoh kalimat langsung, flshbak plajaran bhsindonsiakels V

Bu guru: Ow, ikutan ‘are u smarter than a fifth grader?”

Aku: Not “5th grader” but “Student of UNAIR” heheee

Bu guru: Dasar jelek…!!!!!!

Aku: HE, Q hitung2 km dah blag gtu 5 kali. kalu sampe 10 kali, aku tkt nti AKU ***** PADAMU loh

Bu guru: Kurang krjaan bgt y, g ae dhitung. Hehe, yg disensor tu ap?
BENCI?

Aku: Kok tebakanmu BENCI?
BENCI itu kan bener2 C****
Yg bner GIGIT

Bu guru: Bnar2 C**** pa luw? Km bhs indo dlu dpat brapa c?
Mn ada klmat « AKU GIGIT PADAMU” ga bres !

Aku: Hahahaaa, padamu itu kan u/ kta sifat.

SEBEL

Bu guru: Aq seneng deh, cz km sebel

AKU : Tetapi yg ku maksud disini …

GIGIT
Dasar agen GR. Hu… Dedes Jelek!!!

Bu guru: mag kmu pux gigi/ mw gigit pake apa ?????

AKU : q mag g pux gigi. Mkax q pinjam gigi di koprasi simpan pnjam. Kalu dsa na g dpt ga p2 kan q pinjam gigi kmu. Tp ga ah, km kan jelek. Pasti gi2x jg jelek

Bu guru: Shulhan lebih jelek…!!

AKU : Dedes jelek berkali2

Bu guru: Shulhan jelek pangkat sejuta

Aku: Ugly Dedes, whek……!!!

Bu guru: Freaky shulhan

Aku: Friendly
Rich
Elegant
Alert
Kind
Ya sudahlah, ……….SHULHAN

Bu guru: Dasar kucing garong

AKU: mentang2 pux glar DEDES KEKAR BADAK BERCULA SEMBILAN, trus manggil nama temanxa senakx dw.

Bu guru: dasar jelek….!!!!!!!! suka ngutang onde-onde d kantin. Ad yang belum km bayar kn sampe skg??!!…….

AKU : itu kan kecelakaan sejarah saat SMA. Kasus itu dah ditu2p oleh BK, plisss jgn diungkit2 lagi ya jelek….!!!

AKU: plissss jangan diungkit2 lagi, ntar aku janji mau jadian ma km dechhhh

Bu guru: wheekkkk, pede. Siapa yang mau ma km… !!!

AKU: whek whek whek juga, siapa juga yang mau sama kamu. Kalau pun di depanku ada sepuluh granat yang tidak akan diledakkan aku tetep tidak mau…

Bu guru: Gak mau ngapain… ???

Tiba2 makpet……, hape mati
*******
Beberapa waktu setelah itu,
Akhirnya mereka hidup bahagia……………

not THE END

S’nJ
14/10/10
Nite/bc

Bu guru=pengirim sms= Dedes kusumawardani (mahasiswi semester V kedokteran UNAIR,- yang sampai saat ini belum pernah dan sangat ingin melihat ruang dalam U-boat di monkasel. Huu…… ndeso !!!!!!!!)

h1

Juli 23, 2010
h1

Pemilu Kada Banyuwangi- Under Cover.

Juli 15, 2010

Di tengah umek-umek sebagai PPS baru, campur aduk curiga, was was dan hal sarulainnya termasuk juga rasa rodo ewuh kepada mantan PPS lama yang telah berkuasa hamper 32 tahun yang kini te-reformasi oleh kami. Ada banyak sekali beberapa hal janggalyang membuatku terpingkal-pingkal. Bahkan beberapa peristiwa ganjil yang terjadi di mabes PPS juga membuat tubuhku menggigil.
Kami bertiga adalah anak muda yang masih agak bego meski begitu kami juga tak mau disebut bodoh. Berikut ini klip freaky moment menjelang, ketika dan pasca Pemilu Kada Kabupaten Banyuwangi-yang khusus di PPS Tegalsari kami beri imbuhan happy ending; pemilu kada banyuwangi happy ending
**********************

H-1; malam hari

Suara dari spiker TOA bergema kemana-mana, sumber suara itu dari mobil yang berisi kolaborasi 3 anggota PPS Tegalrejo-yang sering kami sebut Putra Daerah, seorang operator , sopir dan aku seorang diri dari PPS Tegalsari. Kami siaran betapa pentingnya Pemilu ini untuk tidak ditinggalkan.
“Awas ojo sampek ngangge slogane calon ndo,” terdengar nyaut tanpa sengaja.
“besok hari rabu, 14 Juli jam 7 sampai 12 jangan lupa dating ke TPS terdekat. Gumakan ak pilih anda dengan cerdas, pilihlaah sesuai hati nuerani dan akal pikiran,’ kalimat itu muncul dari mulutku.
Mak bhlekkkkk……… roda belakang mobil ndlesep ke dalam Lumpur di daerah bulak Krasak. Ini baru pakai akal pikran

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Beh,,, jiangk*******, Polisi ne akeh men to ndo. Linmase tuwek-tuwek tapi yo uakeh pisan,” kata Bastomi kepada orang yang berada di ujung saluran teleponnya.
Menggerutu dan mrecang mrecing ketika tau pengeluaran malam itu sungguh fantastis. Takbirotul ihrom di masjid Baitul Abror belum dimulai, tetapi kas di lumbung bendahara PPS telah keluar sekian Dolar Indonesia hanya untuk beli kacang.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Honda grand 97 terdengar nggereng begitu keras ketika Shulhan nguntir gas motor yang dicuci 3 minggu sekali itu.
“Ngappunten lo pak, kula numpa’e kasar, niki kudu dugi TPS dengan cepat,” kata Shulhan.
Dia mencoba berkata derngan sopan kepada bapak Linmas yang dua kali lipat lebih tua dari ayahnya itu. Perjalanan menuju TPS 1 terasa berat dan sangat menegangkan, jalan berliku dengan lubang permanen karena aspal telah rusak menimbulkan sensasi tak kalah seru dengan pembalap liarjalanan Madagaskar.
Mboten nopo-nopo dik, kulo malah kadang lebih kasar saking nki numpake,” begitu jawabnuya dengan percaya diri.
Tanpa terduga…………
Griyyyyyyek!! joglangan di dekat jembatan jurusan Mojosari membuat shock motor anggota PPS itu terasa nggedokq. Namu anehnya bapak Linmas yang sedari tadi setia duduk di belakangnya tidak gentar sama sekali. Ketika mata kanan Shulhan mencoba melihat kondisi tiyang sepah yang ada di belakangnya melalui spion, kedua tangan bapak Linmas itu terlihat njegithet ketakutan.

*******
Mabes PPS yang berada di komplek Balai Desa Tegalsari hanya berisi satu anggota PPS, sementara Hakim Fauzi masih sibuk mondar mandir mencari pecahan uan. 30 meniut lagi diprediksi para kPPS berdatangan. Namun uang untuk honor mereka belum siap, dan itulah yang membuat Fauzi –anggota PPS dari unsure pemuda pemain sepak bola PESAT – itu kedodoran. Sebagai bendahara PPS dia bertanggungjhwab melayani keuangan termasuk menjelaskan bagaimana potongan 1,5% ; 5%; dan 15% untuk honor KPPS tidak disalahkan artikan sebagai asupan gizi untuk para Gayus. Hehehe.

Biyuh….. lhakok pating brudul tekone wong-wong kata bastomi dalam hati.
Melihat KPPS berdatangan dengan membawa kotak suara secara gemberuduk. membuat dirinya was-was. Maklum saja karena adua anggotanya masih belum berada di tempat. Hakim Fauzi masih mencari uang receh, sedangkan Shulhan masih berada di sekitar pesantren Mambaul Huda. Dan yang pasti motor Honda Grand 97 yang dikendarainya meluncur dengan kecepatan mesin 12000 rpm dan kecepatan 60 km/hours….. sementara itu, kondisi bapak Linmas pasti masih seperti semula, harap-harap lemas.

Balai desa sudah sangat ramai ketika Shulhan datang. Bastomi kemudian membentuk emergency desk penerimaan kedatangan kPPS, dia meilih menangani kotak dan Shulhan mendapat bagian menangani berita acara perolehan suara. Ribet sepaneangdan tegang-meski Jupe tidak ikut mencalonkan diri di sini- menjadi satu. Untung kerjadian itu sedikit bisa teratasi dengan bantuan Mr. Muklisin sebagai oprang yang mendapat SK Penjaga Kantor dari PPS. Juga Pak Bonahar yang menjalankan idenya untuk langsung menampilkan hasil rekapitulasi big screen. Paling tidak penggunnaan IT telah masuk desa.

Di tengah kacau balau dan gemuruh disertai gemerincingh gamelan dari grup band resmi Bethari Durga dari Kahyangan Setro Gondo Mayit( alias desas desus yang sangat tidak enak. Semisal tokoh masyarakat yang seharusnya mengayomi tapi malah nggembosi kinerja PPS dsb.-Red) tiba-tiba setelah sekian menit jelas-jelas diharap kedatangannya, fauzi pun tiba. Tanpa raut wajah yang menunjukan ekspresi Siaga Satu, dengan bahasa lirik Suroboyoan nan sehalus logat Solo dia bertanya,
“He…… enek opo, enek opo?”.
Wes ngerti Hittler pemimpin NAZI urip maneh, dunyo arep ambruk. Lha ….kok isik tako’, dan itu yang menjadikan kita semua yang tau dan melihat Fauzi jegaga’an karepe dewe. Dunyo…………….!!!!

Fauzi….. Fauzi….. gerakan senyapmu bagaikan Radiator di bawah tangki YAMAHA VIXION, aduh…………….

Pagi sebelum itu terjadi

Dengan mata kriyip-kriyip aku melihat Bastomi antri dengan Negro, polisi yang bertugas mengamankan markas PPS kami. Aku teringat dan menduga apa serta kenapa mereka.
9 jam before the accident go on,
“ Ayo ndo kabeh munggah neng Dapsun!” kata Bastomi.
Sa’ kal makbredul, dua polisi dua PPS dan satu penjaga kantor yang sekaligus sebagai pengemudinya beraksi.
“Selesai distribusi langsung cari makan,” perintah sang ketua PPS
“Di mana?” Tanya sang sopir
“Rantinem ndo..!” jawab Negro
Sepertinya Negro tidak tau jika ucapannya akan menentukan nasibya 9 jam ke depan dari saat itu. Negro, polisi yang suka menyimpan pistol tidak di temnpatnya dan menggantinya dengan rokok LA memang menjadi the victim of hope.

Singkat cerita, karena euphoria bisa menikmati ayam pedas di musim lombok larang banget membuat mereka lupa daratan perut. Dan akhirnya serangan fajar terhadap perut mereka di pagi itu pun terjadi

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
13 Juli 2010.;

“Pak Sulani…. Kotaknya datang,” teriakan itu ditujukan kepada penghuni rumah yang halamannya dijadikan TPS 9.
Setelah agak lama menunggu si empunya rumah keluar, transaksi terjadi. Kemudian…..
“Kuncine pundi pak” tanya beliau
Shulhan yang tak lain tak bukan aku sendiri menjadi gupuh seketika, seakan reputasi sebagai penanggung jawab distribusi menjadi tercemar. Sa’kal Sa’ enek’e wong udur2an. Sopir, polisi, PPS dan PPL yang ikut mengawal mobil itu pun saling ribut. Gaduh tanpa konflik SARA. Kunci tak ditemukan, namun tanpa diduga-duga satu kalimat dari Sulani, si pemilik rumah bisa menjadikan kami ayem tentrem
Kok mesti anggger pemilu kuncine ical nggeh,”
Damp**………….., untung kunci cadangan masih tersimpan. Huh…. Ra omong ket mau
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
“Halo bisa bicara dengan bapak Rouf Riyadi”
Suara itu terdengar setelahg pemilik nomor 081xxxxxxx yang dihubungi Bastomi dari Nokia silvernya mengangkat panggilan.
“Yes I do,” jawab laki-laki 65 tahun yang menjadi ketua KPPS 23. meski pada Pilpres kemarin Mbah Rouf menjadi PPS dan sekarang hanya KPPS, dia tetap semangat bugar segar.
“Mengingat TPS 23 hanya ada 178 nama dalam DPT, besok jika jam 9 pencoblosan belum usai. Ketua kPPSnya akan dibunuh….!” Gertak Bastomi kepada sesepuh yang seperempat giginya telah rompol.
“Lam….bemu no Bas!, kui lek aturane KPU Yugoslavia…!!!”
Hahahahaaa….. dan semua orang yang mendengarnya tertawa saat itu juga

Pemilu Kada Banyuwangi – Happy Ending, merupakan judul atau slogan yang dipakai oleh PPS Desa Tegalsari. Kami bertiga sepakat jika penambahan kalimat itu menjadikan subtansi pemilu kada bermasalah. Kami siap dibawa ke Jakarta untuk disidang di MK. Hahahaaaaa…!!!!
Alhamdulillah, pelaksanaan Pemilu Kada adem seger mirip es krim Walls yang harganya Rp. 2500. pokok’e happy ending, untuk itu kami:

Subhan Edy Bastomi; lulusan PTS. Saat ini bekerja sebagai mandor tembakau

Ahmad Shulhan Hadi; mahasiswa Ibrahimy yang selalu datang ke kampus namun jarang mengikuti materi dari dosen. Moco novel utowo komik luwih becik tinimbang ngrungokne kuliah teko dosen kanti ngoyo

Hakim Fauzi; guru olahraga. Bene’e mau menikah. Tapi gorme’ bona’ bene’e

Janu, Faris(negro) dan Candra; ketiganya adalah anggota Polsek Tegalsari yang bertugas di tegalsari di bawah komando Pak Gun selaku Kanit Bina Mitra polsek Tegalsari.

P. Mukhlisin; staf desa Tegalsari. Mandataris PPS untuk penjaga kantor

Mbah Abi Kusno; komandanPASPAMRES PASPAMDES-Pasukan Pengaman Desa

Prayudi, S. Sos Kades Tegalsari, Ayah dari Citra- Alumnus SMAN 1 Genteng( Mahasiswi Unair Surabaya). Opo maksute nggow2 anak’e pak lurah ki he,,,,

Mengucapkan terimaksih kepada dulur-dulur kabeh yang sadar bahwa pemilu ini milik kita untuk kemakmuran Banyuwangi

h1

Pemilu Kada Banyuwangi- Under Cover.

Juli 15, 2010

Di tengah <i>umek-umek</i> sebagai PPS baru, campur aduk curiga, was was dan hal <i>saru</i>lainnya termasuk juga rasa rodo ewuh kepada mantan PPS lama yang telah berkuasa hamper 32 tahun yang kini te-reformasi oleh kami. Ada banyak sekali beberapa hal <b>janggal</b>yang membuatku terpingkal-pingkal. Bahkan beberapa peristiwa <b>ganjil</b> yang terjadi di mabes PPS juga membuat tubuhku menggigil.

Kami bertiga adalah anak muda yang masih agak bego meski begitu kami juga tak mau disebut bodoh. Berikut ini klip <i>freaky moment </i> menjelang, ketika dan pasca Pemilu Kada Kabupaten Banyuwangi-yang khusus di PPS Tegalsari kami beri imbuhan happy ending; <i>pemilu kada banyuwangi happy ending</i>

**********************

<b>H-1</b>; malam hari

Suara dari spiker TOA bergema kemana-mana, sumber suara itu dari mobil yang berisi kolaborasi 3 anggota PPS Tegalrejo-yang sering kami sebut Putra Daerah, seorang operator , sopir dan aku seorang diri dari PPS Tegalsari. Kami siaran betapa pentingnya Pemilu ini untuk tidak ditinggalkan.

“Awas ojo sampek ngangge slogane calon ndo,” terdengar nyaut tanpa sengaja.

“besok hari rabu, 14 Juli jam 7 sampai 12 jangan lupa dating ke TPS terdekat. Gumakan ak pilih anda dengan cerdas, pilihlaah sesuai hati nuerani dan akal pikiran,’ kalimat itu muncul dari mulutku.

<i>Mak bhlekkkkk</i>……… roda belakang mobil ndlesep ke dalam Lumpur di daerah bulak Krasak. Ini baru pakai akal pikran

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Beh,,, jiangk*******, Polisi ne akeh men to ndo. Linmase tuwek-tuwek tapi yo uakeh pisan,” kata Bastomi kepada orang yang berada di ujung saluran teleponnya.

Menggerutu dan <i>mrecang mrecing</i> ketika <i>tau</i> pengeluaran malam itu sungguh fantastis. Takbirotul ihrom di masjid Baitul Abror  belum dimulai, tetapi kas di lumbung bendahara PPS telah keluar sekian Dolar Indonesia hanya untuk beli kacang.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Honda grand 97 terdengar <i>nggereng</i> begitu keras ketika <b>Shulhan</b> nguntir gas motor yang dicuci 3  minggu sekali itu.

“Ngappunten lo pak, kula numpa’e kasar, niki kudu dugi TPS dengan cepat,” kata <b>Shulhan</b>.

Dia mencoba berkata derngan sopan kepada bapak Linmas yang dua kali lipat lebih tua dari ayahnya itu. Perjalanan menuju TPS 1 terasa berat dan sangat menegangkan, jalan berliku dengan lubang permanen karena aspal telah rusak menimbulkan sensasi tak kalah seru dengan pembalap liarjalanan Madagaskar.

“<i>Mboten nopo-nopo dik, kulo malah kadang lebih kasar saking nki numpake</i>,” begitu jawabnuya dengan percaya diri.

Tanpa  terduga…………

Griyyyyyyek!! joglangan di dekat jembatan jurusan Mojosari membuat shock motor anggota PPS itu terasa  <i>nggedokq</i>. Namu anehnya bapak Linmas yang sedari tadi setia duduk di belakangnya tidak gentar sama sekali. Ketika mata kanan <b>Shulhan</b> mencoba melihat kondisi <i>tiyang sepah</i> yang ada di belakangnya melalui spion, kedua tangan bapak Linmas itu terlihat <i>njegithet </i>ketakutan.

*******

Mabes PPS yang berada di komplek Balai Desa Tegalsari hanya berisi satu anggota PPS, sementara Hakim Fauzi masih sibuk mondar mandir mencari pecahan uan. 30 meniut lagi diprediksi para kPPS berdatangan. Namun uang untuk honor mereka belum siap, dan itulah yang membuat Fauzi –anggota PPS dari unsure pemuda pemain sepak bola PESAT – itu kedodoran. Sebagai bendahara PPS dia bertanggungjhwab melayani keuangan termasuk menjelaskan bagaimana potongan 1,5% ; 5%; dan 15% untuk honor KPPS tidak disalahkan artikan sebagai asupan gizi untuk para <b>Gayus</b>. Hehehe.

Biyuh….. lhakok  pating brudul tekone wong-wong  kata bastomi dalam hati.

Melihat KPPS berdatangan dengan membawa kotak suara secara <i>gemberuduk</i>. membuat dirinya was-was. Maklum saja karena adua anggotanya masih belum berada di tempat. Hakim Fauzi masih mencari uang receh, sedangkan <b>Shulhan</b> masih berada di sekitar pesantren Mambaul Huda. Dan yang pasti motor Honda Grand 97 yang dikendarainya meluncur dengan kecepatan mesin 12000 rpm dan kecepatan 60 km/hours….. sementara itu, kondisi bapak Linmas pasti masih seperti semula, harap-harap lemas.

Balai desa sudah sangat ramai ketika <i><b>Shulhan</b></i> datang. Bastomi kemudian membentuk emergency desk penerimaan kedatangan kPPS, dia meilih menangani kotak dan <b>Shulhan</b> mendapat bagian menangani berita acara perolehan suara. Ribet <i>sepaneang</i>dan tegang-meski <b>Jupe</b> tidak ikut mencalonkan diri di sini- menjadi satu. Untung kerjadian itu sedikit bisa teratasi dengan bantuan Mr. Muklisin sebagai oprang yang mendapat SK Penjaga Kantor dari PPS. Juga Pak Bonahar yang menjalankan idenya untuk langsung menampilkan hasil rekapitulasi big screen. Paling tidak penggunnaan IT telah masuk desa.

Di tengah kacau balau dan gemuruh disertai gemerincingh gamelan dari grup band resmi <b>Bethari Durga</b> dari <b>Kahyangan Setro Gondo Mayit</b>( alias desas desus yang sangat tidak enak. Semisal tokoh masyarakat yang seharusnya mengayomi tapi malah nggembosi kinerja PPS dsb.-Red) tiba-tiba setelah sekian menit jelas-jelas diharap kedatangannya, <b>fauzi</b> pun tiba. Tanpa raut wajah yang menunjukan ekspresi Siaga Satu, dengan bahasa lirik Suroboyoan nan sehalus logat Solo dia bertanya,

“He…… enek opo, enek opo?”.

<i>Wes ngerti</i><b> <i>Hittler</i></b> pemimpin NAZI <i>urip maneh, dunyo arep ambruk</i>.<i> Lha ….kok isik tako’</i>, dan itu yang menjadikan kita semua yang tau dan melihat Fauzi <i>jegaga’an karepe dewe</i>. Dunyo…………….!!!!

Fauzi….. Fauzi….. gerakan senyapmu bagaikan Radiator di bawah tangki  YAMAHA VIXION, aduh…………….

<i>Pagi  sebelum itu terjadi</i>

Dengan mata <i>kriyip-kriyip</i> aku melihat Bastomi antri dengan <b>Negro</b>, polisi yang bertugas mengamankan markas PPS kami. Aku teringat dan menduga apa serta kenapa mereka.

<i>9 jam before the accident go on</i>,

“ Ayo ndo kabeh munggah neng Dapsun!” kata Bastomi.

<i>Sa’ kal makbredul</i>, dua polisi dua PPS dan satu penjaga kantor yang sekaligus  sebagai pengemudinya beraksi.

“Selesai distribusi langsung cari makan,” perintah sang ketua PPS

“Di mana?” Tanya sang sopir

“Rantinem ndo..!” jawab Negro

Sepertinya Negro tidak tau jika ucapannya akan menentukan nasibya 9 jam ke depan dari saat itu. Negro, polisi yang suka menyimpan pistol tidak di temnpatnya dan menggantinya dengan rokok LA memang menjadi the victim of hope.

Singkat cerita, karena euphoria bisa menikmati ayam pedas di musim <i><b>lombok larang banget</b></i> membuat mereka lupa <s>daratan</s> perut. Dan akhirnya serangan fajar terhadap perut mereka di pagi itu pun terjadi

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

13 Juli 2010.;

“Pak Sulani…. Kotaknya datang,” teriakan itu ditujukan kepada penghuni rumah yang halamannya dijadikan TPS 9.

Setelah agak lama menunggu si empunya rumah keluar, transaksi terjadi. Kemudian…..

“Kuncine pundi pak” tanya beliau

<b>Shulhan</b> yang tak lain tak bukan aku sendiri menjadi gupuh seketika, seakan reputasi sebagai penanggung jawab distribusi menjadi tercemar. <i>Sa’kal Sa’ enek’e wong udur2an</i>. Sopir, polisi, PPS dan PPL yang ikut mengawal mobil itu pun saling ribut. Gaduh tanpa konflik SARA. Kunci tak ditemukan, namun tanpa diduga-duga satu kalimat dari Sulani, si pemilik rumah bisa menjadikan kami <i>ayem tentrem</i>

“<i>Kok mesti anggger pemilu kuncine ical nggeh</i>,”

<b>Damp**</b>………….., untung kunci cadangan masih tersimpan. Huh…. <i>Ra omong ket mau</i>

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Halo bisa bicara dengan bapak Rouf Riyadi”

Suara itu terdengar setelahg pemilik nomor 081xxxxxxx yang dihubungi Bastomi dari Nokia silvernya mengangkat panggilan.

“Yes I do,” jawab laki-laki 65 tahun yang menjadi ketua KPPS 23. meski pada Pilpres kemarin Mbah Rouf menjadi PPS dan sekarang hanya KPPS, dia tetap semangat bugar segar.

“Mengingat TPS 23 hanya ada 178 nama dalam DPT, besok jika jam 9 pencoblosan belum usai.  Ketua kPPSnya akan dibunuh….!” Gertak Bastomi kepada sesepuh yang seperempat giginya telah rompol.

“Lam….bemu no Bas!, kui lek aturane KPU Yugoslavia…!!!”

<i>Hahahahaaa</i>….. dan semua orang yang mendengarnya tertawa saat itu juga

Pemilu Kada Banyuwangi – <i>Happy Ending</i>, merupakan judul atau slogan yang dipakai oleh PPS Desa Tegalsari. Kami bertiga sepakat jika penambahan kalimat itu menjadikan subtansi pemilu kada bermasalah. Kami siap dibawa ke Jakarta untuk disidang di MK. Hahahaaaaa…!!!!

Alhamdulillah, pelaksanaan Pemilu Kada adem seger mirip es krim Walls yang harganya Rp. 2500. pokok’e happy ending, untuk itu kami:

<b>Subhan Edy Bastomi</b>; lulusan PTS. Saat ini bekerja sebagai mandor tembakau

<b>Ahmad Shulhan Hadi</b>; mahasiswa Ibrahimy yang selalu datang ke kampus namun jarang mengikuti materi dari dosen. <i>Moco novel utowo komik luwih becik tinimbang ngrungokne kuliah teko dosen kanti ngoyo</i>

<b>Hakim Fauzi</b>; guru olahraga. Bene’e mau menikah. Tapi gorme’ bona’ bene’e

<b>Janu, Faris(negro) dan Candra</b>; ketiganya adalah anggota Polsek Tegalsari yang bertugas di tegalsari di bawah komando <b>Pak Gun</b> selaku Kanit Bina Mitra polsek Tegalsari.

P. Mukhlisin; staf desa Tegalsari. Mandataris PPS untuk penjaga kantor

<b>Mbah Abi Kusno</b>; komandan<s>PASPAMRES</s> PASPAMDES-Pasukan Pengaman Desa

<b>Prayudi, S. Sos</b> Kades Tegalsari, Ayah dari Citra- Alumnus SMAN 1 Genteng( Mahasiswi Unair Surabaya). <i>Opo maksute nggow2 anak’e pak lurah ki he,,,,</i>

Mengucapkan terimaksih kepada dulur-dulur kabeh yang sadar bahwa pemilu ini milik kita untuk kemakmuran Banyuwangi

h1

Seandainya semua Pemuda sepertiku….!

Mei 31, 2010

“Jangan pernah lupakan jasa gurumu, siapapun dia”, kata ibu

Anauriyd wa ana maujud

Ketika sadar menjadi bagian dari bagian bukan yang terbaik maka yang harus aku lakukan adalah sadar memilih dari yang tidak baik tersebut yang paling baik.

Dengan demikian bukan putus asa yang aku pilih, tetapi menjadi sombong adalah suatu pilihan. Menjadi orang sok lebih baik dari pada bersikap masa bodoH. Lebih berguna bagiku menjadi sok pahlawan daripada menjadi sok pecundang.

Dan semua itu ada dalam diriku, aku nyaman dengan segala kekurangan yang telah menjadi warna dalam diriku. Aku adalah orang yang………………

Paling tidak suka melihat ketidak-seimbangan, aku lebih suka sesuatu yang seimbang meski itu adalah sesuatu yang buruk. Aku akan lebih nyaman melihat cewek tidak cantik sekaligus tidak pintar daripada cewek cantik yang tidak pintar

Aku berpikir divergen, dalam berbusana. Ketika lagi booming t-shirt SKA maka aku adalah orang yang tidak (bisa)mengikuti hal tersebut. Orang rumah (terutama istrinya ayah dan anak perempuannnya) paling sering berkata A_B_C D….. agar aku mau berpakaian ala mereka. Asketis,.

Hiburan pertunjukan yang paling aku suka adalah Wayang kulit dan film, tetapi sampai saat ini masih ada beberapa hal yang belum tercapai terkait dengan hal itu. Aku ingin nonton film Daun di Atas bantal juga nonton pagelaran wayang kulit yang tidak hanya melantunkan Sinom Parijoto tetapi juga menampilkan Scene Perang di Tegal Kurusetra dengan iringan musik dari Linkin Park.

Tak ada yang menyenangkan dan menentramkan hati selain nyantai sambil membaca buku. Aku pernah terkena gejala Pilobiblic akut- menjadi marah-marah kalau lihat buku terlipat, sobek dsb. Imbasnya my sister tidak berani merapikan semua propertiku yang berhubungan dengan buku
Tapi itu dulu, sekarang sudah tidak lagi, tak jarang sekarang aku harus berlapang dada-sebagaimana PMP kelas 5 SD mengajarkan kita untuk selalu bersabar. Meski kadang ga mood juga kalau buku setebal batu bata diremas-remas tangan mahasiswi yang kebetulan iseng pengen pinjam-untuk dipegang tidak untuk dibaca. .-Kutubuku.

Kebetulan aku dulu berprestasi- meski kini aku menganggap itu bukanlah sebuah kebangaan-. Mulai kelas 1 Cawu II sampai kelas VI, dilanjutkan SMP aku selalu dalam posisi 3 besar. Sering ikut lomba, mulai lomba cerdas-cermat yang sekarang jarang diadakan. Pidato, redicting holy quran, Pramuka dll. Ada sdatu pertanyaan kenapa cawu I kelas 1 aku tidak masuk 3 besar?….. ternyata di sini Paradigma yang bermain. Dahulu kala pada zaman itu aku menganggap pengertianRangking adalah seorang murid itu dikerangkeng. Sebuah pemahaman anak-anak mengenai arti kata dari bunyi, sama seperti nenek moyang orang jawa menamakan sesuatu. Sampai pada masa SMA (sesuatu yang aku anggap) Prestasi itu berlanjut. Aku mulai tertarik mendaki gunung lewati lembah, mencoba ikut-ikutan Scuba Diving dan alhamdulillah sampai sekarang aku belum meiliki Brevet dari CMAS/ POSSI,. Artinya aku belum boleh cemplang cemplung seenaknya sendiri. Berprestasi

Padahal…..
Dan
Karena…………..

Ayahku adalah ayah paling baik, dia selalu membawaku setiap kali beliau menyempatkan diri mendengar kuliah filsafat dari para Dalang. Beliau juga yang selalu siap sedia menggeblek geger inocenku saat aku ngambek untuk berangkat ke musola untuk belajar ngaji. Yang selalu mengjari ananknya untuk tidak meminta. dan yang selalu mengingatkan anaknya dengan narasi
“ bedog2 turu, engko bengi fileme G30 S/PKI”
“engko bengi filem perjuangan komarudin…..”

Dan ibuku adalah ibu desa yang mengenalkan anaknya untuk berteman dengan GATRA dan JP. sejak kelas 1. dan sampai sekarang Bobo yang beliau berikan pertama kali aku masih ingat. Berhadiah poster Saint Seiya, membahas tentang Ksatria Baja Hitam dan aku juga masih sangat ingat jika di Bobo waktu itu tidak dibahas sedikit pun mengenai ksatria dalam kisah Mahabarata seperti .Adipati karno yang dikenal protagonist namun sangat fair Play dibanding dengan beberapa Ksatria Pandawa. huh,,,,

Indonesia……. Indonesia……

Dan masih banyak lagi……..(besok aku sambung)

h1

new batik new spirit

Maret 13, 2010

One and only.
Ga tau apa namanya,a cangakrua’an…. Jagongan… apa dopo’an…? Aga tau lah. Dikatakan tamu juga tidak…. Coz aku tidak melangkah dan melewati pintu rumahnya sedikitpun. Apalagi sampai duduk di kursi ruang tamu. malah Hanya beralas sprei dan disuguhi segelas air putih. Tetapi justru itu bikin aku sangat Nyantai. Sambil melihat orang berlalu lalang juga dilihat yang lalu lalang. Penuh tawa dan gurau. Ya…… Meski bisa dibilang terlambat tetapi ga ada salahnya ini aku anggap sebagai kado ultah aku.

e… tapi apa ga salah alamat jika aku berrkata demikian, habis dia ngasih itu kepadaku agar aku memberikannya kepada orang yang menaagenalnya.a dan itu hanya aku

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.